Politics

PURBAYA DIGANTI MENDADAK. TAPI APAKAH SINYALNYA SUDAH TERLIHAT?

PURBAYA DIGANTI MENDADAK. TAPI APAKAH SINYALNYA SUDAH TERLIHAT?
PURBAYA DIGANTI MENDADAK. TAPI APAKAH SINYALNYA SUDAH TERLIHAT? Politik kadang tidak berbicara lewat pidato. Ia berbicara lewat timing. Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan memang berlangsung sangat cepat. Namun kalau kita mundur beberapa hari, ada sejumlah peristiwa yang menarik untuk diperhatikan. Pertama, perombakan internal Kementerian Keuangan. Beberapa hari sebelum pergantian, Purbaya masih melakukan rotasi dan perombakan ratusan pejabat Kemenkeu. Artinya, secara kasat mata ia masih menjalankan agenda sebagai Menkeu dan melakukan pembenahan internal. Kedua, evaluasi terhadap kebijakan fiskal mulai menjadi sorotan. Kebijakan Purbaya yang mendorong percepatan belanja dan likuiditas untuk menggerakkan ekonomi mendapat perhatian. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan pertumbuhan. Di sisi lain, ada kebutuhan menjaga disiplin fiskal dan kepercayaan pasar. Di sinilah tarik-menariknya. Pertumbuhan cepat atau kehati-hatian fiskal? Ketiga, Purbaya sendiri mengakui adanya persoalan transmisi kebijakan ke sektor riil. Artinya, kebijakan pemerintah belum seluruhnya mengalir dengan cepat menjadi aktivitas ekonomi yang dirasakan masyarakat. Ini bukan otomatis kesalahan Purbaya. Tetapi tentu menjadi bagian dari evaluasi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Keempat, sinyal paling kuat justru datang dari waktunya. Pada hari pergantian, Purbaya masih berada di DPD membahas APBN 2027. Ia masih menjelaskan kebijakan pemerintah. Kemudian menerima telepon dan meninggalkan ruang rapat. Beberapa jam kemudian: Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan. Di sinilah publik mulai bertanya. Kalau keputusan sudah dipersiapkan sebelumnya, mengapa transisinya terlihat begitu mendadak? Dan kalau keputusan memang baru final pada hari itu, apa yang menyebabkan Presiden mengambil keputusan secepat tersebut? Kelima, pilihan penggantinya juga menarik. Prabowo tidak memilih figur dari luar. Ia memilih Suahasil Nazara—orang lama Kementerian Keuangan, mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Wakil Menteri Keuangan. Ini memberi sinyal bahwa pemerintah tampaknya tidak sedang membongkar total mesin fiskal. Yang diganti adalah orang yang memegang kemudi. Lalu pertanyaan besarnya: APA YANG SEBENARNYA SEDANG DIKOREKSI? Apakah gaya pengelolaan fiskal? Apakah koordinasi kebijakan ekonomi? Apakah kebutuhan memperkuat kepercayaan investor? Apakah efektivitas APBN? Atau ada pertimbangan politik dan ekonomi lain yang belum disampaikan? Kita belum tahu. Dan justru di sinilah pentingnya kehati-hatian. Sinyal bukan bukti. Timing bukan tuduhan. Tetapi rangkaian peristiwa tersebut cukup untuk membuat publik bertanya. Sebab Menteri Keuangan bukan sekadar jabatan administratif. Ia memegang salah satu posisi paling strategis dalam negara: APBN, pajak, utang, defisit, rupiah, investasi dan kepercayaan pasar. Karena itu, publik tidak cukup hanya diberi tahu: “Purbaya diganti.” Publik juga layak mendapatkan jawaban: “MENGAPA PURBAYA DIGANTI SEKARANG?” Sebab dalam politik, terkadang yang paling penting bukan siapa yang masuk dan siapa yang keluar. Tetapi apa yang membuat pintu pergantian itu tiba-tiba dibuka. ‐‐------------------------------ TERIMA KASIH, PURBAYA Terlepas dari segala perdebatan dan evaluasi terhadap kebijakan selama menjabat, Purbaya telah menjadi bagian dari perjalanan pengelolaan keuangan negara. Tidak semua kebijakan akan disukai semua pihak. Tidak semua keputusan akan selalu benar. Tetapi setiap pejabat publik tetap layak dinilai dari apa yang telah dikerjakannya dan bagaimana ia mempertanggungjawabkannya. Hari ini tongkat estafet berpindah kepada Suahasil Nazara. Terima kasih, Purbaya Yudhi Sadewa. Selamat menjalankan tugas di tempat berikutnya. Semoga apa pun evaluasi yang terjadi di balik pergantian ini menjadi pelajaran untuk memperbaiki pengelolaan APBN, pajak, utang, dan ekonomi Indonesia. Karena pada akhirnya, yang harus tetap berdiri bukan nama seorang menteri. Yang harus tetap berdiri adalah kepentingan rakyat dan kesehatan keuangan negara. Selamat jalan, Pak Purbaya. Terima kasih atas pengabdiannya. #Purbaya #SuahasilNazara #Menkeu #Reshuffle #APBN2027 #EkonomiIndonesia #KebijakanFiskal
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1DeAUCx2T5/
Galif Aristi
Ditulis oleh
Galif Aristi

Saya adalah salah satu admin dari Kampasnews

Bagikan: