Ini bukan sekadar soal angka. Ini soal ke mana uang dan kebijakan diarahkan
Di era Prabowo, ada Program Tabungan Rakyat senilai Rp11 triliun yang menyasar lebih dari 200 juta warga
Sementara di era Jokowi, sekitar Rp10,88 triliun digunakan untuk pembangunan 7 bendungan dan 3 bandara perintis di wilayah 3T
Bendungan membangun ketahanan air dan mendukung kebutuhan masyarakat. Bandara perintis membuka akses dan konektivitas bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar
Angkanya hampir sama: Rp11 triliun
Tetapi bentuk penggunaannya berbeda
Inilah fakta yang layak diketahui publik:
Rp11 triliun bisa diwujudkan menjadi infrastruktur yang berdiri dan digunakan masyarakat
Sementara pertanyaan besarnya adalah:
Apa bentuk manfaat nyata dari Rp11 triliun pada Program Tabungan Rakyat bagi lebih dari 200 juta warga?

Ditulis oleh
Muhamad Lukman Nurhakim
Muhamad Lukman Nurhakim lahir di Pekalongan, 16 Maret 1998. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan semangat untuk terus belajar. Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN 01 Tegalontar, dilanjutkan di SMPN 1 Siwalan. Ketertarikannya pada dunia kreatif dan teknologi mengantarkannya ke SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang jurusan Multimedia. Di sinilah fondasi kemampuan dalam desain, visual, dan komunikasi digital mulai ia bangun. Untuk memperluas wawasan dan mengasah pola pikir, ia kemudian menempuh pendidikan S1 di Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Kombinasi antara kemampuan teknis dari dunia multimedia dan wawasan akademik menjadi bekal utama dalam setiap langkah karirnya. Saat ini, Muhamad Lukman Nurhakim merupakan bagian dari tim utama di balik berdirinya Media Kampasnews.com. Melalui perannya di media, ia berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia percaya bahwa media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik dan mendorong perubahan positif. Dengan semangat belajar, integritas, dan dedikasi, ia terus berupaya berkembang serta memberikan kontribusi terbaik di bidang jurnalistik dan komunikasi.