Jokowi Lempar Gagasan Besar, Kita Harus Bangun PBB 2.0
Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendorong adanya pembaruan terhadap sistem tata kelola global. Dalam Penang Peace Dialogue di Penang, Malaysia, Minggu (6/9), Jokowi menilai tantangan dunia semakin kompleks karena konflik antarnegara kini saling berkaitan dan dampaknya dapat melintasi batas negara.
Jokowi mengatakan dunia membutuhkan lembaga global yang lebih kuat, termasuk dalam mediasi dan diplomasi, untuk menjaga perdamaian.
“Sekarang, kita harus bergerak melampaui Perserikatan Bangsa-Bangsa edisi lama dan membangun edisi baru, Perserikatan Bangsa-Bangsa 2.0 yang baru.”
Ia juga menekankan bahwa kemakmuran berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika negara-negara memilih perdamaian daripada konflik, kerja sama daripada persaingan, serta kolaborasi daripada perpecahan.
Dalam pidatonya, Jokowi turut menyebut Asia Tenggara sebagai contoh bagaimana perbedaan antarbangsa dan peradaban dapat menjadi jembatan menuju pemahaman dan kemajuan bersama.
Menurut Jokowi, negara-negara maju juga memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama, serta berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan stabilitas global.

